The Implementation of the Fun School Movement (GSM) in Moral Education at MI Soebono Mantofani, Tangerang
DOI:
https://doi.org/10.22373/jie.v8i2.34110Keywords:
Fun School Movement (GSM), Moral Education, Habituation, Classroom Zones, Islamic Elementary SchoolAbstract
This study examines the implementation of the Fun School Movement (Gerakan Sekolah Menyenangkan/GSM) in moral education at MI Soebono Mantofani, South Tangerang. Using a qualitative case study design, data were collected through classroom and school-environment observations, semi-structured interviews with key stakeholders (school leaders, teachers, students, and parents), and document analysis. The findings indicate that GSM is implemented as a school-wide cultural orientation emphasizing emotional safety, student participation, and supportive learning routines. A central operational feature is the use of thematic classroom zones that function as routine reference points to structure interaction and reinforce moral habituation. The Emotional Zone supports attention to students’ readiness before learning, while Attendance and Aspiration Zones reinforce discipline routines and future orientation; the Goodness Zone provides moral reminders linked to everyday behavior. Teachers and parents perceived moral education as integrated into daily practice through habituation, teacher modeling, and value consistency across school and home contexts. The study suggests that GSM supports moral education by translating values into visible and repeated classroom routines, sustained through leadership commitment and parental involvement.
Abstrak
Penelitian ini mengkaji penerapan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) dalam pendidikan akhlak di MI Soebono Mantofani, Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan lingkungan sekolah, wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan utama (pimpinan sekolah, guru, siswa, dan orang tua), serta analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa GSM diterapkan sebagai orientasi budaya sekolah yang menekankan keamanan emosional, partisipasi peserta didik, dan rutinitas belajar yang suportif. Salah satu fitur operasional utama adalah penggunaan zona-zona tematik di kelas yang berfungsi sebagai rujukan rutinitas untuk menata interaksi dan memperkuat pembiasaan nilai. Zona Emosi mendukung perhatian terhadap kesiapan peserta didik sebelum pembelajaran, sedangkan Zona Kehadiran dan Zona Harapan memperkuat pembiasaan disiplin dan orientasi masa depan; Zona Kebaikan menjadi pengingat nilai yang dikaitkan dengan perilaku sehari-hari. Guru dan orang tua memandang pendidikan akhlak terintegrasi dalam praktik harian melalui pembiasaan, keteladanan guru, dan konsistensi nilai antara sekolah dan rumah. Penelitian ini menunjukkan bahwa GSM mendukung pendidikan akhlak melalui penerjemahan nilai ke dalam rutinitas kelas yang tampak dan berulang, dengan dukungan kepemimpinan sekolah dan keterlibatan orang tua.
References
Alfiah Khoiriah Siregar. “Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Dan Profil Pelajar Rahmatallil’alamin (P5PPRA) Melalui Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) Pada Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Padang Lawas.” UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan., 2024. http://etd.uinsyahada.ac.id/12064/.
Aulia Herawati, Ulil Devia Ningrum, and Herlini Puspika Sari. “Wahyu Sebagai Sumber Utama Kebenaran Dalam Pendidikan Islam: Kajian Kritis Terhadap Implementasinya Di Era Modern.” Moral : Jurnal Kajian Pendidikan Islam 1, no. 4 (November 22, 2024): 109–26. https://doi.org/10.61132/moral.v1i4.229.
Bahri, Samsul. “Urgensi Peran Keluarga, Sekolah, Dan Masyarakat Dalam Menanamkan Nilai Akhlak Peserta Didik.” JURNAL AL-QAYYIMAH 5, no. 2 (December 16, 2022): 121–39. https://doi.org/10.30863/aqym.v5i2.682.
Bucky Wibawa Karya Guna, Sri Endah Yuwantiningrum, Firmansyah, Muh. Dzihab Aminudin S, and Aslan Aslan. “Building Morality and Ethics Through Islamic Religious Education in Schools.” IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Education) 5, no. 1 (February 9, 2024): 14–24. https://doi.org/10.37567/ijgie.v5i1.2685.
Elizabeth, MIsbah Zulfa, Abdul Kholiq, and Syamsul Ma’arif. School Culture Di Madrasah Dan Sekolah ( Penelitian Kolektif). Semarang: IAIN Walisongo, 2012.
Herlina, Arismunandar, and Ismail Tolla. “Education Character in the Era of Globalization: Facing the Challenges of the Modern World.” International Journal of Engineering, Science and Information Technology 4, no. 4 (2024): 230–36. https://doi.org/10.52088/ijesty.v4i4.649.
Krisnamurti, Indah, and Salamah Salamah. “Implementasi Gerakan Sekolah Menyenangkan Dalam Meningkatkan Inovasi Pembelajaran Guru SD.” Proceedings Series on Social Sciences & Humanities 3 (June 1, 2022): 275–82. https://doi.org/10.30595/pssh.v3i.390.
Maryani, Sri. “Manajemen Gerakan Sekolah Menyenangkan Di SMKN 1 Jambu Kabupaten Semarang.” Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) 11, no. 3 (July 3, 2023). https://doi.org/10.26877/jmp.v11i3.14930.
Mubarak, Dr. H. A. Zaki. Sistem Pendidikan Di Negeri Kangguru: Studi Komparatif Australia Dan Indonesia. Zakimu. Depok: Ganding Pustaka, 2019.
Muktasim Billah, Mohammad Fadil, Endah Tri Wisudaningsih, and Roby Firmandil Diharjo. “Penerapan Pendidikan Karakter Kemandirian Dan Kepedulian Sosial Santri Di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong.” Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter 5, no. 2 (July 28, 2022): 91. https://doi.org/10.31764/pendekar.v5i2.9961.
Pring, Richard. “Education as a Moral Practice.” In The RoutledgeFalmer Reader in Philosophy of Education, 195–205. Routledge, 2021. https://doi.org/10.4324/9781003209317-21.
Ramdani, Muhamad, Aceng Kosasih, and Mulyana Abdullah. “Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak Dalam QS. Al-Mujadalah Ayat 11 Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.” At-Tajdid : Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam 8, no. 2 (December 8, 2024): 616. https://doi.org/10.24127/att.v8i2.3711.
Rustum, Atiya, and Zainab Moin. “Moral Training of Youth in the Light of Islam (An Insightful Approach).” AL-DURAR 4, no. 4 (2024): 19–34. https://tcais.net/index.php/aldurar/article/view/243.
Sasmita, Reni, and Wantini Wantini. “Sekolah Ramah Anak Dalam Teori Belajar Humanistik Perspektif Psikologi Pendidikan Islam.” FOUNDASIA 14, no. 1 (April 1, 2023): 1–13. https://doi.org/10.21831/foundasia.v14i1.57680.
Wahyudi. “Program Gerakan Sekolah Menyenangkan ( GSM ) Dalam Menumbuhkembangkan Karakter SIswa ( Study Kasus Di MIN 3 Tangerang Selatan).” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2022.
Widiansyah, Apriyanti, Rahmat Saputra, and Fifit Fitriansyah. “Sosialisasi Dan Advokasi Pemenuhan Hak-Hak Anak Melalui Sekolah Ramah Anak Di SDN Setiajaya 02 Cabang Bungin Bekasi.” JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) 5, no. 10 (October 1, 2022): 3334–53. https://doi.org/10.33024/jkpm.v5i10.7241.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nurul Azmi, Fajar Syarif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.









