KONSELING SPIRITUAL DALAM MENINGKATKAN SELF CONCEPT REMAJA BROKEN HOME

Riska Dama yanti

Abstract


Dalam penelitian ini, konsep diri yang dimiliki oleh remaja broken home yaitu rendah dan cenderung memunculkan perilaku negatif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap konsep diri remaja broken home dan cara meningkatkan konsep diri (self concept) remaja broken home. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 orang yang memiliki inisial IS, AH, NA, dan RD. Konsep diri remaja broken home lebih rendah atau negatif. Ini dibuktikan dengan sikap, seperti merasa sedih, kurang percaya diri, berpikir negatif dan bahkan stres. Untuk meningkatkan konsep diri remaja broken home dilakukan dengan mengubah pola pikir subjek sehingga mereka selalu berpikir positif tentang diri mereka dan keluarga mereka, melalui konseling spiritual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konseling spiritual mampu meningkatkan konsep diri remaja broken home menjadi positif, hal ini dapat dilihat dari sikap berpikir positif seperti bersikap tulus dan mampu menerima masalah yang dihadapi dan mampu mengendalikan emosi dengan mengingat Tuhan hati mereka menjadi tenang dan berusaha memperbaiki diri menjadi lebih baik.


Keywords


Konseling Spiritual, Self Concept, Remaja Broken Home

Full Text:

Untitled

References


Akintola, O. A. & Abosede, S. C.(2016). Mothers’ Employment, Marital Status, and Educational Level on Students’ Academic Achievement in Business Studies. Asia Pacific Journal of Multidisciplinary Research, 4 (2), 159–165.

Amato, P. R. (2001). Children of Divorce in the 1990s: An update of the Amato and Keith (1991) meta-analysis. Journal of Family Psychology, 15 (3), 355–370. https://doi.org/10.1037//0893-3200.15.3.355.

Arismantoro. (2008). Tinjauan Berbagai Aspek Character Building; Bagaimana Mendidik Anak Berkarakter. Yogyakarta: Tiara Wacana

Aziz Muklhis. (2015). Perilaku Sosial Anak Remaha Korban Broken Home Dalam Berbagai Perspektif. Jurnal Al-Ijtimaiyah, Volume 1 Nomor 1.

Amara, I. A. Warren, N. J., Ilgen, E. R., Van Bourgondien, M. E., Konanc, J. T., & Grew, R. S. (1987). Children of Divorce: The Question of Clinically Significant Problems. Journal of Divorce, 10 (1–2), 87–106. https://doi.org/10.1300/J279v10n01_06.

Acocella, J. Calhoun, F. (1995). Psikologi Tentang Penyesuaian dan Hubungan Kemanusiaan (edisi ketiga). Semarang: IKIP Semarang.

Bohm, B. (2004). Differences in the Speech of 10- to 13-Year-Old Boys from Divorced and Nondivorced Families against the Background of Emotional Attachment. Folia Phoniatrica et Logopaedica, 56 (1), 41–50. https://doi.org/10.1159/000075327.

Biermann, A. & Kroner, S. (2007). The Relationship Between Confidence and Self-Concept - Towards a Model of Response Confidence. Intelligence, 35(6), 580–590. https://doi.org/10.1016/j.intell.2006.09.009.

Broken Home (Studi kasus pada enam siswa kelas VII di SMP N 1 arjasari yang mengalami broken home). FOKUS, 1(7), 9–16.

Creswell., J., W. (2019). RESEARCH DESIGN Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran (ke-IV). Pustaka Pelajar.

Desi Y., M. (2015). Peran Religiusitas Dalam Pembentukan Konsep Diri Remaja. Tazkiya Journal Of Psycology. Volume 2 Nomor 2.

Giles, W. H. Dube, S. R., Anda, R. F., Felitti, V. J., Chapman, D. P., & Williamson, D. F. (2001). Childhood Abuse, Household Dysfunction, and The Risk of Attempted Suicide Throughout The Life Span: Findings from the Adverse Childhood Experiences Study. Journal of the American Medical Association, 286 (24), 3089–3096.

Gudnanto (2015). Peran Bimbingan dan Konseling Islam Untuk Mencetak Generasi Emas Indonesia. Jurnal Konseling GUSJIGANG Volume 1 Nomor 1. 2460-1187

Garmendia, A. Yarnoz-Yaben, S., & Comino, P. (2012). Parental adjustment to Divorce and Behaviour Problems in Children from Divorced Families . Infancia Aprendizaje, 35 (1), 37–47. https://doi.org/10.1174/021037012798977485.

Gerungan. (2009). Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama.

Gracia M,. Pamela F,. Christine S,. Vania W. (2016). Pemakaian Media Sosial dan Self Concept Pada Remaja. Jurnal Ilmiah Psikologi MANASA. 5 (1): 30-41.

Mawarpury, M,. & Hafiza, S. (2018). Pemaknaan Kebahagiaan oleh Remaja Broken Home. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(1), 59-66.

Hogan, D. J. Stankov, L., Lee, J. & Luo, W. (2012). Confidence: A Better Predictor of Academic Achievement than SelfEfficacy, Self-Concept and Anxiety? Learning and Individual Differences, 22 (6), 747–758. https://doi.org/10.1016/j.lindif.2012.05.013.

Indra Y. Beatriks N. (2015). Tinjauan Konsep Diri dan Dimensinya pada Anak Dalam Masa Kanak-kanak Akhir. Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling. Volume 1, Nomor 2. 116-124.

Indriana, Y. & Hadyani, I. A. (2017). Proses Penerimaan Diri Terhadap Perceraian Orangtua” The Process of Self Acceptance of Parental Divorce (Sebuah Studi Kualitatif dengan Pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis). Empati: Jurnal Karya Ilmiah S1 Undip, 6(3), 303–312.

Jalaluddin & Rakhmat. (2007). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya

Keith, B. & Amato, P. R. (1991). Parental divorce and the well-being of children: A Meta-Analysis. Psychological Bulletin, 110(1), 26–46. https://doi.org/10.1037/0033-2909.110.1.26.

Karneli, Y., Pratama, R., & Syahniar, S. (2016). Perilaku Agresif Siswa dari Keluarga Broken Home. Konselor, 5(4), 238–246. https://doi.org/10.24036/02016546557-0-00.

Laura, King A. (2013). The Science of Psikologi: An Appreciative View (Brian Marwendsy (ed)). Salemba Humanika.

Lexi., J., M. (2017). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, Bandung: Rosdakarya.

Linder, S. & Soria, K. M. (2014). Parental Divorce and First-Year College Students’ Persistence and Academic Achievement. Journal of Divorce and Remarriage, 55 (2), 103–116. https://doi.org/10.1080/10502556.2013.871919.

Nur Emilsyah. (2017). Perilaku Komunikasi Antara Guru Dengan Siswa Broken Home. Jurnal Penelitian Komunikasi, Volume 20 Nomor 2, 161-176

Pardede, Y.O.K. (2008). Konsep Diri Anak Jalanan Usia Remaja. Jurnal Psikologi. Volume 1 Nomor 2.

Ratna S. & Kharimas N. M. (2011). Konsep Diri dan Kebermaknaan Hidup Pada Remaja D Panti Asuhan. Proyeksi. Volume 6 Nomor 2. 103-112

Rosmawati., Fani Novita Sari., & Zulfan Saam. (2018). Kondisi Psikologis Siswa Broken Home Di SMP Negero 40 Pekan Baru. Jom FKIP Volume 5 Edisi 1.

Rossetti, F. Becchetti, L., Corrado, L. (2011). The Heterogeneous Effects of Income Changes on Happiness. Social Indicators Research, 104 (3), 387–406. https://doi.org/10.1007/s11205-010-9750-0.

Saputro, K. Z. (2018). Memahami Ciri dan Tugas Perkembangan Masa Remaja. Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama, 17(1), 25-32.

Santoso, Agus. Konseling Spiritual (Buku Perkuliahan Program S1 Jurusan Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi IAIN Sunan Ampel Surabaya).

Sarwono, Sarlinto. (2013). Psikologi Remaja. Raja Grafindo Persada.

Suharni. An Nisa S, Rosiana W. (2017). Pendekatan Konseling Spiritual Sebagai Alternatif Pencegahan Perilaku Bullying (Kekerasan). Prosiding SNBK (Seminar Nasional Bimbingan dan Konseling). Volume 1 Nomor 1. 2580-216X.

Siti R. Fitria N. F. (2019). Konsep Diri Mahasiswa Broken Home (Studi Kasus Pada Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Di Universitas Borneo Tarakan). Jurnal Bimbingan dan Konseling Borneo, 1(2): 19-24

Siti A., Gita K., S, Zulpahiyana. (2015). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsep Dri Remaja di SMPN 13 Yogyakarta. Journal Ners And Midwifery Indonesia. Volume 3 Nomor 1. 33-38.

Tohirin. (2012). Metode Penelitian Kualitatif Dalam Penelitian Bimbingan Dan Konseling, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Tita R., Iis I.,K., Tiara N. (2019). Gambaran Motivasi Belajar Siswa Yang Mengalami

Uzlifah, Tamimatu (2019). Bimbingan Konseling dalam Menangani Penderita Skizofrenia Melalui Pendekatan Nilai dan Spiritual. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol 3 No 2

Widiarti. P. W. (2017). Konsep Diri (Self Concept) dan Komunikasi Interpersonal Dalam Pendampingan Pada Siswa SMP Se Kota Yogyakarta. Informasi Kajian Ilmu Komunikasi. Volume 47 Nomor 1.

Yusuf l.N, Syamsu. (2009). Konseling Spiritual Teistik. Bandung: Rizqi Press.

Zuraida. (2018). Konsep Diri Pada Remaja Dari Keluarga Yang Bercerai. Kognisi Jurnal Volume 2 Nomor 2. 2528-4495.




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/taujih.v3i2.8245


     

View My Stats

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Editorial Office:

Prodi Bimbingan dan Konseling Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
Jl. Syech Abdur Rauf Darussalam,
Banda Aceh - Aceh 23111
Telp: -
HP: 0852-6091-2966
Email : fdk.prodibki@ar-raniry.ac.id

Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
www.ar-raniry.ac.id