Filosofi Pembinaan Anak Shalih dalam Konsep Al-Qur’an
DOI:
https://doi.org/10.22373/jim.v19i1.12744Keywords:
Anak, Shalih, Konsep Al-Qur’anAbstract
All Muslims who believe in themselves crave pious children as the foundation of hope for the good of family life in this world and eternal happiness in the hereafter. Realizing pious children requires excellent thoughts and strategies with a mature educational process for both parents and intelligent guidance and education for the benefit of the good personality of their children to become pious children. The Qur'an has taught humans about educational strategies and procedures that lead to mental and spiritual development to all religiously devout Muslim family members to prepare pious children as a form of a generation that loves God and obeys all religious teachings perfectly. Every parent would want their child to grow up to be a pious child with akhlaqul karimah to obey Allah, His Messenger, and obediently obey his parents.
ABSTRAK
Semua orang muslim yang mukmin pasti mendambakan anak shalih sebagai tumpuan harapan kebaikan kehidupan keluarga baik di dunia maupun untuk kebahagiaan di akhirat yang kekal abadi. Mewujudkan anak shalih membutuhkan pikiran dan strategi yang prima dengan suatu proses pendidikan yang matang baik bagi kedua orang tua maupun arahan bimbingan dan pendidikan yang cerdas untuk kemaslahatan kebaikan kepribadian anaknya menjadi anak yang shalih. Al-Qur’an telah mengajarkan manusia tentang strategi dan tata cara pendidikan yang menjurus kepada pembinaan mental spiritual kepada seluruh anggota keluarga muslim yang taat beragama dengan baik untuk mempersiapkan anak yang shalih sebagai wujud sebuah generasi yang mencintai Tuhan dan taat kepada seluruh ajaran agama-Nya dengan sempurna. Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya tumbuh menjadi anak yang shalih memiliki akhlaqul karimah menta’ati Allah, Rasul-Nya dan patuh menta’ati kedua orang tuanya.
Downloads
References
Al-Qur’an AL- Karim
Abd. Gani Isa. 2012. Akhlak Perspektif al-Qur’an, (Banda Aceh, Ar-RAniry Press).
Ashadi Falih dan Cahyo Yusuf. 1973. Akhlak Membentuk Pribadi Muslim, (Semarang: Aneka Ilmu).
Departemen Agama RI. 2015. Al-Qur’an dan Terjemahannya, (Semarang, PT. Karya Toha Putra Semarang).
Marijan. 2013. Metode Pendidikan Anak Membangun Karakter Anak yang Berbudi Mulia, Cerdas, dan Berprestasi, (Yogyakarta: Sabda Media).
Mohammad Daud Ali. 2011. Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada).
Syamsul Rijal. 2008. Etika Pergaulan dalam Interaksi Sosial Komunitas Aceh (Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam: CV. Percetakan Dominan).
Zakiah Darajat. 1993. Pendidikan Anak dalam Keluarga Tinjauan Psikologi Agama, (Bandung: Penyunting Jalaluddin Rakhmat dan Mukhtar Gandatmaja, PT. Remaja Rosdakarya).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish in Jurnal Ilmiah Al-Mu'ashirah agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC BY-SA 4.0) License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).









