Pengaruh Hadis dan Kekuatan Spiritual terhadap Sultan Muhammad Al-Fatih dalam Penaklukan Konstantinopel

Fauziah Nurdin

Abstract


Constantinople is the most important city in the world, it was founded in 330 AD by the Byzantine emperor, Constantine I. The city has a number one position internationally. Since its founding, the Byzantines have made it the capital of their country. Therefore, Muhammad Al-fatih tried to be able to conquer Constantinople in order to realize the hadith of the Prophet Muhammad "Really, Constantinople will be conquered under the leadership of men, so the best leader is the leader (who conquers) it, and the best troops is the army (which conquered it). The efforts made by Muhammad Al-fatih in conquering the city have been designed in such a way. So that his political strategy in conquering Constantine could run well, until finally he succeeded in conquering the dream city. There are three things that gave rise to a great desire for the heroes of ancient Islam to conquer Constantinople. First, because of the encouragement of faith in Allah which was encouraged by the hadith of the Prophet SAW. Second, because for hundreds of years the city of Constantinople was the center of the splendor of the Romans. Third, because of the beauty of the country and its very strategic location, the connection between two major continents, Europe and Asia.

ABSTRAK

Konstantinopel merupakan kota terpenting di dunia, tempat ini didirikan pada tahun 330 M oleh kaisar Bizantium, Constantine I. Kota ini memiliki posisi nomor satu secara internasional. Sejak didirikan, orang-rang Bizantium telah menjadikannya sebagai ibu kota negara mereka. Oleh karena itu, Muhammad Al-fatih berusaha untuk dapat menaklukkan Konstantinopel dalam rangka merealisasikan hadist Rasulullah Saw “Sungguh, Konstantinopel akan ditaklukkan di bawah kepemimpinan laki-laki, maka sebaik-baiknya pemimpin adalah pemimpin (yang menaklukkannya), dan sebaik-baiknya pasukan adalah pasukan (yang menaklukkannya) itu”. Usaha yang dilakukan Muhammad Al-fatih dalam menaklukkan kota tersebut telah ia rancang sedemikian rupa. Sehingga strategi politiknya dalam menaklukkan Konstantinopel dapat berjalan dengan baik, hingga akhirnya ia berhasil menaklukkan kota idaman tersebut. Ada tiga hal yang menimbulkan keinginan besar bagi pahlawan- pahlawan Islam zaman dahulu untuk menaklukkan Konstantinopel. Pertama, karena dorongan iman kepada Allah yang disemangatkan oleh hadist Nabi SAW. Kedua, karena beratus tahun lamanya Kota Konstantinopel menjadi pusat kemegahan Bangsa Romawi. Ketiga, karena keindahan negeri itu dan letaknya yang sangat strategis, perhubungan antara dua benua besar, Eropa dan Asia.


Keywords


Hadist, Kekuatan Spiritual, Muhammad Al-Fatih, Konstantinopel

Full Text:

PDF

References


Abu Abdillah Muhammad bin Abdillah al-Hakim an Naisaburi, 1999. Al-Mustadrak ala al shahihain. Lebanon: Darul Kutub Bairut, 1420H, Jilid 4:468

Alatas, Alwi. 2006. Al-fatih Sang Penakluk Konstantinopel. Jakarta : Zikrul Hakim

Ali Muhammad Ash-Shallabi, 2017. Sultan Muhammad Al-fatih Sang Penakluk Konstantinopel. Jakarta: Darul Haq.

Ash-Shalabi, 2011. Fatih Al-Qostontiniyyah, Jakarta: Al-Kautsar.

Etta Mamang Sangadji, 2010. Sopiah, Metodologi Penelitian, Yogyakarta: Andi Offset.

Mestika Zed, 2008. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Musthafa Muhammad Abu Al Mu’athi, 2012. Dahsyatnya Ramalan Rasulullah. Bandumg: Salamadani.

Shalabi, 2006. Fatih Al-Qastantiniyyah As-Sultan Muhammad Al-Fatih. Mesir: Dar Al-Tauzi wa Al-Nashr Al-Islamiyah.

Siauw, Felix. 2017. Al-Fatih 1453. Jakarta: Al-Fatih Press

Syaikh Ramzi Al-Munyawi. 2011. Muhammad Al-Fatih Penakluk Konstantinopel. Pustaka Al- Kautsar. Jakarta.

Yatim, Badri. 2000. Sejarah Peradaban Islam (Dirasah Islamiyah II). Bandung: PT Raja Grapindo Persada.

Liata, N., & Fazal, K. (2021). Multikultural Perspektif Sosiologis. Abrahamic Religions: Jurnal Studi Agama-Agama, 1(2), 188. https://doi.org/10.22373/arj.v1i2.11213

Yahya, A., Bakar, S. A., & Rahman, M. (2022). Analisis Lafaz Tanshurullaha dalam Tafsir Fi Zilal Al-Qur’an dan Tafsir Al-Kabir. TAFSE: Journal of Qur’anic Studies, 7(1), 153. https://doi.org/10.22373/tafse.v7i1.12420




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/jim.v19i2.14285

Copyright (c) 2022 Fauziah Nurdin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

INDEXED BY:

  

EDITORIAL OFFICE:

Jl. Syeikh Abdur Rauf Gedung Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam - Banda Aceh, 23111

eMail: jurnalmuashirah@gmail.com

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

View My Stats