Fungsi Nalar Menurut Muhammad Arkoun
DOI:
https://doi.org/10.22373/substantia.v18i1.3982Keywords:
Akal, nalar Islam, fungsi nalar, dekonstruksi.Abstract
Abstract: Reason has a major role in human life, without reason human is useless. They cannot think and plan anything. With reason human can move, work and plan an organized and measurable life. Muhammad Arkoun recognizes that Islam has developed into the diversity world and needs methods of Islamic interpretation to avoid chaos. This study focuses on the function of reason in the theory of Muhammad Arkoun whose perception was built based on the Islamic view. It is necessary to learn his thoughts so that real Islamic teaching can be disclosed. One of his important views on reason is that the main function of reason is to understand human limitations and human has to obey Allah on divine matters.
Abstrak: Nalar mempunyai peran yang besar dalam kehidupan manusia, tanpa nalar manusia tidak berguna, tidak bisa berfikir dan tidak bisa merencanakan sesuatu. Dengan adanya nalar manusia bisa beraktivitas, berkarya dan bekerja untuk menata hidup secara terearah dan terukur. Muhammad Arkoun mengakui Islam yang berkembang ke seluruh dunia dengan pluralitas suku bangsa membutuhkan metode dan penafsiran tentang Islam untuk terhindar dari kekacauan.Tulisan ini difokuskan pada studi tentang fungsi nalar dalam teori Muhammad Arkoun. Tentu saja, persepsinya dibangun berdasarkan pandangan Islam. Studi tentangnya dirasa perlu untuk direfleksikan kembali sehingga memberi gambaran yang jelas terhadap ajaran Islam yang sebenarnya. Salah satu pandangan pentingnya tentang fungsi nalar adalah bahwa fungsi utama nalar dimaksudkan untuk mampu memahami keterbatasan-keterbatasan yang ada pada dirinya dengan menyadari bahwa manusia harus tunduk kepada Allah dan hal yang menyangkut tentang Tuhan
References
Charles Kurzaman, Wacana Islam Liberal, Pemikiran Islam Kontemporer Tentang Isu-Isu Global, Jakarta: Paramadina, 2003.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, Jakarta: Redaksi Pustaka Indonesia, 2005.
Listiono Santoso, Epistemologi Kiri,Yogyakarta: ar-Ruzz Media, 2009.
Miska Muhammad Amien, Epistimologi Islam: Pengantar Filsafat Pengetahuan Islam, Jakarta: UI-Press, 2006.
Miska Muhammad Amien, Epistemology: Pengantar Filsafat Pengetahuan Islam, Jakarta: UI-Press, 2006.
Mohammed Arkhoun, Islam Kontemporer: Menuju Dialog Antar Agama, diterjemahkan oleh Ruslan, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.
Muhammed ‘Abed al-Jabari, Kritik Kontemporer Atas Filsafat Arab Islam, Yogyakarta: Islamika, 2003.
Nyoman Kutha Ratna, Metode dan Teknik Penelitian Sastra dari Struktularisme hingga Postruktularisme Perspektif Wacana Naratif, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011.
Oemar Amin Husein, Filsafat Islam, Cetakan Ketiga, Jakarta: Bulan Bintang, 1975.
Robby H Abror, Kritik Epistemologi Mohammed Arkoun dalam Listiyono Santoso, Epistemology kiri, Yogyakarta: ar-Ruzz Media, 2009.
Saiyad Fareed Ahmad dan Saiyad Salahudin Ahmad, 5 Tantangan Abadi Terhadap Agama dan Jawaban Islam Terhadanya, Bandung: Mizan, 2008.
Suadi Putro, Muhammad Arkhoun tentang Islam dan Modernitas, Jakarta: Paramadina, 1998.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish in this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-NC 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).



