Otoritas Ijtihad dalam Kajian Hukum Islam (Analisis Kaedah Fikih al-ijtihadu la yunqadhu bi al-ijtihadi)

Bukhari Ali

Abstract


Al-Qur’an dan Hadits merupakan pedoman utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka hadapioleh umat Islam. Namun, tidak semua persoalan yang timbul di masyarakat termuat secara detail dalam Kitab Suci umat Islam tersebut maupun dalam hadits. Hukum-hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadits kebanyakan bersifat global. Selain itu, ada perbedaan kondisi antara masa turunnya Al-Qur’an dan Hadits dengan kehidupan modern, karena kebudayaan Islam terus berkembang dari waktu ke waktu dengan segala probematika dan masalahnya sesuai dengan perkembangan zaman. Timbulnya berbagai masalah baru menghendaki kehadiran aturan-aturan yang baru pula dalam Islam. Untuk memecahkan persoalan ini, para ulama berusaha mencurahkan segala daya upayanya untuk berijtihad menetapkan hukum dengan menggunakan metode-metode tertentu, termasuk menggunakan al-Qawā’id al-Fiqhiyah (kaidah-kaidah fiqh). Al-Qawā’id al-Fiqhiyah disusun untuk mempermudah memahami masalah-masalah partikular (juz’iyyat) dan kasus-kasus yang serupa (al-asybah wa al-nazhā-ir) di dalam menentukan hukum suatu perkara. Kaidah tersebut diproduksi dari perbuatan-perbuatan mukallaf yang telah ada hukumnyaApabila dianggap sudah sesuai dengan Al-Qur’an dan hadits (menjadi kaidah yang mapan & akurat), maka para ulama menggunakan kaidah-kaidah tersebut dalam menjawab berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat, baik di bidang sosial, ekonomi, politik, budaya dan sebagainya. Tulisan ini akan mengangkat salah satu contoh kaidah fiqh, yakni: الاءجتهاد لا ينقض بالاءجتهاد(ijtihad tidak dapat dibatalkan oleh ijtihad yang lain).


Keywords


Otoritas, Ijtihad, Kaedah Fikih, hukum Islam

Full Text:

PDF

References


‘Abd al-‘Azīz Muhammad ‘Azzām, al-Qawā’id al-Fiqhiyyah, Kairo: Dār al-Hadīts, 2005

Al-Ᾱmidī, al-Ihkām fī Ushūl al-Ahkām, Juz. III, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyah, Tt.

Al-Ghazālī, al-Mustashfā min 'Ilm al-Ushūl, juz II, Beirut: Muassasah al-Tārikh al-‘Arabī, 1993

Al-Mawardi, Al-Ahkām Al-Sulthāniyyah, Terj. Fathurrahman, Jakarta: Qisthi Press, 2014

Al-Suyūthi, al-Asybāh wa al-Nazhāir fī al-Furū’, Beirut: Dār al-Fikr, Tt

Al-Syīrāzī, al-Luma' fī Ushūl al-Fiqh, Beirut: Dār al-Kutub al-‘Ilmiyah, 2003

A. Djazuli, Kaidah-Kaidah Fikih, Jakarta: Kencana, 2006

Badri Khaeruman, Hukum Islam dalam Perubahan Sosial, Bandung: Pustaka Setia, 2010

Ibnu Rusyd, Bidayatul mujtahid, Jilid 2, Jakarta: Pustaka Amani, 2002

Juhaya S. Praja, Filsafat Hukum Islam, Bandung: LPPM-Universitas Islam Bandung, 2002

Mohammad Hashim Kamali, Membumikan Syariah, Bandung: Mizan, 2013

Muhammad Abu Zahrah, Ushul Fiqih, Terj. Saefullah Ma'shum dkk, Jakarta: Pustaka Firdaus, 2002

Muhammad Baltaji, Metodologi Ijtihad Umar bin al-Khathab, Jakarta: Khalifa, 2005

Muhammad Muslehuddin, Filsafat Hukum Islam dan Pemikiran Orientalis, Yogyakarta: Tiara Wacana Yogya, 1991

Mukhtar Yahya, Fatchurrahman, Dasar-Dasar Pembinaan Hukum Fiqh Islami, Bandung: Al-Ma’arif, 1997

Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah, Jilid 14, Terj. Kamaluddin A. Marzuki, Bandung: Al-Ma’arif, 1997

T.M. Hasbi Ash Shiddieqy, Pengantar hukum Islam, Jakarta: Bulan Bintang, 1994

Wahbah al-Zuhailī, Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuh, Jilid 1, Dār al-Fikr al-Mu’āshir, 2005

Yusuf al-Qaradhawi, Faktor-Faktor Pengubah Fatwa, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2009




DOI: http://dx.doi.org/10.22373/ujhk.v4i1.9246

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga

P-ISSN: 2620-8075
E-ISSN: 2620-8035

 Published by Islamic Family Law Department, Sharia and Law Faculty, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Email : jurnal.elusrah@ar-raniry.ac.id

 

Flag Counter

Creative Commons License

El-Usrah: Jurnal Hukum Keluarga is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.