SURVEI KEBERADAAN RANGKONG, POTENSI POHON SARANG, DAN KETERSEDIAAN POHON PAKAN DI KAWASAN STASIUN PENELITIAN KETAMBE, ACEH TENGGARA, ACEH
DOI:
https://doi.org/10.22373/w6cjx441Abstract
Burung rangkong (Bucerotidae), yang juga dikenal sebagai Enggang, Julang, Kangkareng, atau Rangkong, adalah spesies burung yang ditandai dengan tubuh besar, paruh panjang, dan bulu berwarna mencolok, sehingga mudah dikenali. Mereka adalah hewan yang dilindungi. Penelitian yang terbatas tentang keberadaan burung enggang di Kawasan Stasiun Penelitian Ketambe telah menghasilkan informasi yang minim tentang keberadaan mereka di wilayah tersebut. Studi ini bertujuan untuk menentukan keberadaan burung enggang, mengidentifikasi pohon sarang potensial, dan menilai ketersediaan pohon makanan di Kawasan Stasiun Penelitian Ketambe. Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi terarah dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga jenis burung enggang diamati secara visual dan auditori di Kawasan Stasiun Penelitian Ketambe: Burung Enggang Emas (Anorrhinus galeritus), Burung Enggang Badak (Buceros rhinoceros), dan Burung Enggang Klihingan (Anorrhinus galeritus). Burung enggang umumnya ditemukan di hutan dataran rendah dengan pohon-pohon tinggi berukuran lebih dari 10 meter dan diameter lebih dari 50 sentimeter, sering terbang dan bertengger di pohon kayu Lasun, Gelinggang Merak Besar, Stur Gajah, dan Lengen. Pohon-pohon ini berfungsi sebagai sumber makanan, tempat bertengger, perlindungan, dan sarang bagi burung enggang.
Kata kunci: Keberadaan rangkong; Potensi pohon sarang; Ketersediaan pohon pakan; Rangkong; Stasiun Penelitian Ketambe

