KEPADATAN LARVA Aedes aegypti DI GAMPONG COT BA’U KECAMATAN SUKAJAYA KOTA SABANG TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.22373/z01q0395Abstract
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat di Indonesia. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Gampong Cot Ba’u Kecamatan Sukajaya merupakan daerah dengan kasus DBD tinggi di Kota Sabang. Lingkungan yang padat dan perilaku masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan menjadi penyebab tingginya kepadatan larva Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan larva Aedes aegypti pada tempat penampungan air (TPA) dan non-TPA pada 100 rumah/banguan di Gampong Cot Ba’u. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung (visual) pada tempat tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perindukan larva Aedes aegypti. Data dianalisis secara univariat menggunakan indeks larva seperti HI, CI, BI, ABJ, dan DF. Hasil penelitian menunjukkan dari 100 rumah/bangunan yang diperiksa, terdapat 85% rumah/bangunan positif larva Aedes aegypti dengan nilai House index (HI) sebesar 85%; Container Index (CI) 38%, Breteau Index (BI) 177%. Angka Bebas Jentik (ABJ) diperoleh hanya hanya 15% dan Density Figure (DF) sebesar 8,3. Berdasarkan hasil survei, dapat disimpulkan bahwa Gampong Cot Ba’u memiliki tingkat kepadatan larva yang sangat tinggi sehingga tergolong sebagai daerah dengan risiko tinggi penularan DBD. Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan 3M Plus untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Kata Kunci: Larva Aedes aegypti, Breeding place, Kota Sabang

