The Concept of Ulama and Umara in the Qanun Meukuta Alam: a Cultural Perspective

Authors

  • Achmad Zaki Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh
  • Muhammad Fadli Muslimin Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh
  • Aris Munandar Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh
  • Yuni Saputri Universitas Jabal Ghafur

DOI:

https://doi.org/10.22373/adabiya.v27i2.33523

Abstract

The pinnacle of Aceh’s political and cultural prosperity occurred during the reign of Sultan Iskandar Muda (1607–1636), who implemented structural reforms through the Qanun Meukuta Alam, a royal legal code regulating socio-cultural order, law, and governance. This Qanun reflects a synergy between Ulama and Umara, two key elements of Islamic leadership in Aceh. This study employs a descriptive qualitative method, with data collected through library research. To address the two main issues of this study namely, the nature of the relationship between Ulama and Umara within the Qanun Meukuta Alam and how the structure of the kingdom supported this relationship the study applies Talcott Parsons’ Structural Functionalism theory, focusing on the AGIL framework. The findings based on the AGIL analysis indicate that the adaptation process undertaken by Sultan Iskandar Muda as Umara involved incorporating Ulama as partners in governance and appointing the Panglima Polem as the holder of formative authority based on the counsel of the Ulama. The goal attainment pursued by the Umara was the implementation of laws grounded in Islamic law (sharia) in order to establish a prosperous society.

Abstrak

Puncak kejayaan Aceh terjadi pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607–1636), yang melakukan reformasi struktural melalui Qanun Meukuta Alam, sebuah undang-undang kerajaan yang mengatur tatanan sosial budaya, hukum, dan pemerintahan. Dalam Qanun ini tercermin sinergi antara Ulama dan Umara, dua elemen kunci dalam kepemimpinan Islam di Aceh. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan telaah pustaka. Untuk menjawab dua permasalahan dalam kajian ini,yaitu bagaimana hubungan Ulama dan Umara dalam Qanun Meukuta Alam dan bagaimana struktur Kerajaan mendukung hubungan Ulama dan Umara digunakan teori teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parsons dengan fokus kajian pada konsep AGIL. Hasil kajian dengan konsep AGIL terhadap Qanun Meukuta Alam menunjukkan bahwa proses adapatasi yang dilakukan oleh Iskandar Muda sebagai Umara adalah memasukkan Ulama sebagai mitra Umara dalam pemerintahan. Dan menetapkan Panglima Polem sebagai pemegang hak formatur yang berlandaskan nasehat ulama. Goal attainment yang dituju oleh Umara adalah menjalankan undang-undang yang berlandaskan syariat Islam untuk terciptanya masyarakat yang sejahtera.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Antariksa, Bambang. 2017. “Kedudukan Qanun Aceh ditinjau dari Aspek Sejarah, Pengaturan, Fungsi, dan Materi Muatan Qanun. Jurnal Ilmiah Advokasi Vol. 05. No. 1.

Daud, M. K., & Sakti,T.A. (2010). Alih aksara Qanun Meukuta Alam dalam syarah Tadhkirah Tabaqat Tgk. di Mulek dan komentarnya. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.

Djajadiningrat, R H. (1982/1983). Kesultanan Aceh.( T.Hamid,Terj).Aceh: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Proyek Pengembangan Pemuseuman.

Gazali. (2016). Interelasi Umara dan Ulama dalam menata kehidupan sosio-keagamaan di Aceh Darussalam era Sultan Iskandar Muda 1607-1636 Tesis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Hadi,A. (2004) Islam and state in sumatra; a study of seventeeth-century Aceh. Leiden:Brill.

Hasjimy,A. (1983). Kebudayaan Aceh dalam sejarah. Jakarta: Penerbit Beuna.

Hugronje, S. (1985). Aceh di mata kolonialis vol.1.(Ng Singarimbun dkk, Terj). Jakarta: Yayasan Sokoguru.

Ismuha. (1967). Ulama Aceh dalam perspektif sejarah. Jakarta: LIPI.

Kinloch, G.C. (2009). Perkembangan dan paradigma utama teori sosiologi. Bandung: Pustaka Setia.

Mukti, Abdul, dkk. 2022. Memahami Pendidikan Islam Masa Kesultanan Aceh. Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 11. No. 2.

Ralf D. (1986) Konflik dan konflik dalam masyarakat industri sebuah analisis kritik. Jakarta: Cv Rajawali.

Ritzer, G. (2013). Sosiologi ilmu pengetahuan berparadigma Ganda. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Shihab, M.Q. (2006). Secercah cahaya ilahi, hidup bersama Al-Qur’an. Bandung: Mizan.

Turama, A.,R. (2018) Formulasi teori fungsionalisme struktural Talcott Parsons. Jurnal Eufoni, Vol.2 no.2, 58-69

Van Langen, K.F.H. (1888). De Inrichting van het Atjehsche staatbestuur onder het Sultanaat. s’Gravenhage:Martinus Nijhooff.

Van Langen, K.F.H. (2002).Susunan pemerintahan Aceh semasa kesultanan. (A. Bakar,Terj). Banda Aceh: Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh.

Yunus, M. (tanpa tahun). Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: PT. Hidakarya Agung.

Downloads

Published

28-08-2025

How to Cite

The Concept of Ulama and Umara in the Qanun Meukuta Alam: a Cultural Perspective. (2025). Jurnal Adabiya, 27(2), 212-229. https://doi.org/10.22373/adabiya.v27i2.33523