Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia Mandala Bhakti Wanitatama Sebagai Pusat Literasi Sejarah Dan Gender Di Yogyakarta

Penulis

  • Muhammad Inayat Sunan Kalijaga State Islamic University
  • Mega Adjie Wikhda UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
  • Ajrun 'Azhim Al As'hal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.22373/adabiya.v27i2.242569

Abstrak

Penelitian ini meneliti terkait Museum Pergerakan Wanita Indonesia Mandala Bhakti Wanitatama sebagai pusat literasi sejarah dan gender di Yogyakarta. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa museum ini berperan sebagai pusat literasi sejarah dan gender yang penting. Dengan fokus pada peran wanita dalam sejarah Indonesia, museum ini tidak hanya menyajikan koleksi artefak dan dokumentasi yang menggambarkan perjuangan perempuan dalam berbagai aspek kehidupan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran yang mempromosikan kesetaraan gender dan kesadaran sejarah.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

World Encyclopedia. (n.d.). Museum of the Unity of the Indonesian Women's Movement Mandala Bhakti Wanitatama. STEKOM University. https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Museum_Kesatuan_Pergerakan_Wanita_Indonesia_Mandala_Bhakti_Wanitatama

Firmansyah, H., Putri, A. E., & Hakim, L. (2022). Strengthening historical literacy to improve students' historical things. Journal of Artifacts, 9(2), 93–102.

Haruna, R. (2018). Gender Literacy among Communication Science Students. Journal of Tabligh Da'wah, 19(1), 96–105.

Ibrahim, Y. A. (2020). Museum Standardization Guidelines.

Indonesia, P. R. (2010). Law of the Republic of Indonesia Number 11 of 2010 concerning Cultural Heritage. https://www.kejari-sukoharjo.go.id/file/ac79b3ed51312c56498fbd7cf0976896.pdf

Jannah, D. N., Cahyani, D. E., Arfaton, A., & Milhani, Y. (2022). Mandala Bhakti Wanitatama: The Collective Memory of the Women's

Movement in the Creation of Gender Equality. JIPSINDO (Indonesian Journal of Social Science Education), 9(2), 103–118.

Kurniawati, D., Djunaidi, D., Rahman, A., & Ayesma, P. (2021). History literacy through dissection and discussion of historical films. Journal of Social Praxis and Dedication, 4(1).

Megawati, P. (2016). Sri Wulandari Mangunsarkoro's Thoughts on Education and Women (1923-1959). Treatise, 2(8).

Muliastrini, N. K. E. (2019). Strengthening New Literacy (Data Literacy, Technology, and Human Resources/Humanism) in Elementary School Teachers in Responding to the Challenges of the Industrial Revolution 4.0 Era. Ganaya: Journal of Social Sciences and Humanities, 2(2–1), 88–102.

Padiatra, A. M. (2020). Historical science: Methods and practices. JSI Press.

Purwati, S. (2018). The literacy program reads 15 minutes before the lesson starts to improve the learning outcomes of reading and memorizing short surahs. Guru Voice, 4(1), 173–187.

Safrudin, R., Zulfamanna, Kustati, M., & Sepriyanti, N. (2023). Penelitian Kualitatif. Journal Of Social Science Research, 3(2), 1–15.

Semma, M. (2008). The State and Corruption: Mochtar Lubis's Thoughts on the State, Indonesian People, and Political Behavior. Indonesian Torch Foundation.

Simanjuntak, B. A., Tanjung, F., & Nasution, R. (2017). History of Tourism: Towards the Development of Indonesian Tourism. Indonesian Torch Library Foundation.

Taqwiem, A. (2024). Patriarchy and Women's Resistance in the Context of Human Earth. Manners.

Diterbitkan

2025-09-12

Terbitan

Bagian

Articles

Cara Mengutip

Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia Mandala Bhakti Wanitatama Sebagai Pusat Literasi Sejarah Dan Gender Di Yogyakarta. (2025). Jurnal Adabiya, 27(2), 126-137. https://doi.org/10.22373/adabiya.v27i2.242569